Perempuan urban modern semakin independen, termasuk dalam hal keuangan. Mereka mampu mendapatkan penghasilan tinggi dan leluasa membelanjakan uang sesuai tujuan finansialnya. Meski begitu, independensi tersebut perlu diimbangi dengan kecerdasan dalam mengatur keuangan agar kondisi finansial tetap sehat dan berkelanjutan.
“Perempuan boleh belanja, tapi juga harus cerdas mengatur keuangan — independen dengan proporsi yang pas. Perempuan urban adalah mereka yang mampu menyeimbangkan gaya dengan uang yang dimiliki sehingga memiliki kondisi finansial yang baik. Karena semakin tinggi gaji, gaya hidup pun ikut tinggi dan makin susah direm.”
— Nurfitriavi Nuriman, CFP, Independent Financial Planner, QM Financial (Women Wired Weekend, Jakarta, 25 Februari 2012)
Dengan segala independensinya, perempuan urban perlu lebih cerdas dalam mencapai delapan tujuan finansial berikut ini:
-
1
Terbebas dari Utang Kartu Kredit Kartu kredit memang menawarkan kemudahan bertransaksi, namun menjadi jebakan bagi banyak perempuan. Fitri mengungkapkan bahwa dari 100 klien yang ditemuinya, delapan dari sepuluh bermasalah dengan kartu kredit — dan mayoritas adalah perempuan. Kartu kredit boleh digunakan, namun jangan sampai terlilit utang yang menggerus kondisi finansial Anda.
-
2
Belanja Kapan dan Berapa Saja Adalah hal wajar jika perempuan menjadikan belanja sebagai salah satu tujuan finansialnya. Namun, Fitri menekankan pentingnya menetapkan prioritas dan mengelola uang dengan lebih cerdas. Nikmati kebebasan berbelanja tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka panjang.
-
3
Tampil Gaya Sesuai Selera Penampilan adalah salah satu pusat perhatian perempuan urban, dan produk fashion selalu menjadi incaran. Fitri mengingatkan bahwa setiap orang memiliki perencanaan berbeda sesuai kondisi keuangannya. Tampil gaya sah-sah saja, asalkan ada rencana keuangan yang menopangnya.
-
4
Memiliki Tas Bermerek Tas bermerek sering menjadi simbol gaya hidup perempuan urban. Impian memilikinya bisa diwujudkan, asalkan dibarengi anggaran yang terencana. “Buatlah skala prioritas, jangan sibuk bergaya tapi ada kebutuhan lain yang terabaikan,” pesan Fitri.
-
5
Mengoleksi Berlian atau Perhiasan Independensi finansial membuat perempuan mampu meraih apa pun yang diinginkan, termasuk perhiasan batu mulia. Tak perlu merasa bersalah atas keinginan tersebut, namun pastikan anggaran sudah disiapkan dan disesuaikan dengan kondisi finansial Anda agar tidak tergoda membeli hanya demi gaya semata.
-
6
Liburan dan Me Time Menikmati me time bersama sahabat adalah kebutuhan relaksasi yang sah bagi perempuan. Sisihkan dan rencanakan anggaran liburan setiap tahun agar Anda tak merasa bersalah setelahnya. “Happy mom membuat keluarga pun menjadi lebih bahagia, dan liburan adalah salah satu caranya,” jelas Fitri.
-
7
Menjadi Manajer Keuangan Keluarga Dipercaya mengelola keuangan keluarga adalah impian banyak perempuan, namun tidak semua mendapatkan kesempatan tersebut. Fitri menjelaskan bahwa permasalahan belanja sebenarnya ada pada laki-laki maupun perempuan: “Perempuan lebih sering belanja tapi mencari diskon. Laki-laki jarang belanja, namun sekali belanja nilainya sama besarnya dengan total belanja istri.” Itulah mengapa perempuan harus cerdas mengatur keuangan sejak masa lajang agar kondisi finansialnya baik dan dipercaya oleh keluarga.
-
8
Independen dengan Cara yang Tepat Independen secara finansial — baik dalam menghasilkan maupun mengelola uang — adalah puncak tujuan finansial perempuan. Untuk mencapainya, perencanaan keuangan harus dimulai sedini mungkin. “Tak ada salahnya menetapkan mimpi tinggi. Namun buat perhitungan dalam perencanaan keuangan, lalu sesuaikan kemampuan apakah bisa mengejar kebutuhan uang per bulannya atau tidak. Kalau kondisi keuangan tak memungkinkan, buat penyesuaian terhadap mimpi atau tujuan finansial,” jelas Fitri.
Langkah Nyata Mewujudkan Tujuan Finansial
- Benahi Cash Flow — Kondisi keuangan setiap orang berbeda, namun sebagai panduan umum, Fitri merekomendasikan formula berikut dari total penghasilan: 10% untuk investasi, 20% untuk kesenangan (belanja & hiburan), 20–40% untuk kebutuhan rutin bulanan, dan maksimal 30% untuk cicilan utang.
- Mulai Menabung dan Berinvestasi Sejak Lajang — Terutama bagi Anda yang berpenghasilan besar. Jangan biarkan gaji besar habis tanpa tabungan, sementara koleksi sepatu dan tas bermerek terus bertambah.
- Miliki Rencana Keuangan yang Konkret — “Dorongan untuk konsumtif sangat tinggi. Ini harus disiasati dengan perencanaan keuangan yang baik, dan mulailah menabung,” tegas Fitri.
Sumber: Kompas Female / Women Wired Weekend, Jakarta (25/2/2012)
Info menarik, thanks for sharing, happy blogging
ReplyDelete